Minggu, 03 Februari 2013

Sistem Pengapian Pada Mobil


SISTEM PENGISIAN PADA MOBIL

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE B
1. Kunci Kontak “ON” dan Mesin Belum Berputar
Saat kunci kontak “ON” dan mesin belum berputar, pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
Battery > fuse > S alternator > S IC regulator > BIC > BAT alternator > B IC regulator > BIC
Aliran arus diatas membuat BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan battery kurang dari 14,7 volt. Sehingga terjadi arus :
Battery > fuse > starter switch > IG alternator > dioda > R IC regulator > tahanan > L IC regulator > rotor coil > F IC regulator > Tr “ON” > E (massa).
Aliran arus tersebut membuat kemagnetan pada rotor coil kecil sekali. Hal ini menyebebkan aliran arus seperti berikut :
Battery > fuse > starter switch > IG alternator > dioda > R IC regulator > tahanan > L IC regulator > L alternator > kumparan charge relay > ZD “OFF”.
Karena aliran arus diatas, kumparan charge relay tidak menjadi magnet dan menghaslkan aliran arus seperti di bawah ini :
Battery > fuse > starter switch > charge light > plat kontak CHG relay > massa.
Akibatnya, charge light menyala.
2. Mesin Hidup dan Tegangan Output Di Bawah Standar (<14,7 Volt)
Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
Stator coil > dioda > BAT alternator > S alternator > S IC reg > BIC > B IC regulator > BIC
Hal diatas membuat BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan output ku-rang dari 14,7 volt dan membuat aliran arus seperti berikut :
Stator coil > field dioda > rotor coil > F IC regulator > Tr “ON” > E IC regulator > E alternator > massa.
Sehingga rotor coil menjadi magnet dan membuat arus seperti dibawah ini :
Stator coil > field dioda > L alternator > kumparan charge relay > ZD ”ON” > massa
Hal tersebut membuat kumparan charge relay menjadi magnet dan menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.
3. Mesin Hidup Tegangan Output Di Atas Standar (14,7 Volt)


Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :
Stator coil > dioda > BAT alternator > S alternator > S IC reg > BIC > B IC regulator > BIC
Sehingga BIC meng”OFF”kan transistor karena mendeteksi tegangan output lebih dari 14,7 volt. Hal ini membuat aliran arus seperti di bawah ini :
Stator coil > field dioda > rotor coil > F IC regulator > Tr “OFF”
Sehingga rotor coil tidak menjadi magnet dan membuat aliran arus :
Stator coil > field dioda > L alternator > kumparan charge relay > ZD ”ON” > massa
Aliran arus diatas membuat kumparan charge relay menjadi magnet dan menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.

Posted in Uncategorized | Leave a comment



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar